Budaya Keris Bali

Selama masa studinya ia menerima beasiswa dari berbagai pihak, seperti Yayasan Seni Rupa Indonesia (1998). Basuki menggunakannya untuk melakukan penelitian, upaya konservasi dan pengembangan keris. Ia juga terlibat dalam proyek restorasi objek bersejarah di Keraton Kasepuhan Cirebon, didampingi seorang profesor dari Belanda.

Dengan dukungan pemerintah, ia melakukan penelitian keris di Bali, Kalimantan, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Madura, Lombok dan Makassar. Pertemuan dengan Pande Wayan Suteja Neka, seorang seniman dan pemilik museum kristal di Bali dan Sri Dharmapala Vajrapani MPU, mendorong dia untuk menyelidiki keris Bali dan mengembangkan potensi besalen banjar yang berbeda. Ia juga melatih beberapa pertandingan baru.

Penelitian manuskrip dalam bentuk daun kelapa yang tersimpan di perpustakaan dan tokoh adat di Bali meningkatkan pengetahuan Basuki tentang seluk-beluk pembuatan keris. Manuskrip kuno di Bali dan Jawa kuno dari jaman Majapahit, termasuk Dharma Kepandean, Rerajahan Keris, manuskrip tentang Dhapur Keris, ilmu membuat racun dan ilmu keprajuritan. Selama kunjungannya ke Museum Leiden, Belanda, dengan bantuan pemerintah Prancis pada tahun 2004, ia melihat banyak koleksi keris dan kepulauan tradisional yang tersimpan di sini.

“Selain jumlah koleksi yang luar biasa, data koleksi sudah selesai,” kata Basuki, yang menyesalkan bahwa Indonesia dihadapkan pada banyak kendala untuk memiliki hal serupa. Sebagai langkah awal, dia melamar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengambil kerak dari pusaka dengan penundaan yang kuat, dilanjutkan dengan sertifikasi casing di Indonesia. Upaya pelestarian ini dan pengamanan benda-benda sejarah budaya sebagai peradaban bangsa yang berharga. Maka pemerintah bisa mendapatkan peta penyebaran keberadaan artefak Indonesia. Aksi manipulasi keris juga diharapkan bisa dieliminasi. Banyak pemandangan menarik di dunia Kererik di Indonesia sejauh ini kerap menyangkal faktor etis yang merusak martabat keris itu sendiri.

Dengan dukungan pemerintah, ia melakukan penelitian keris di Bali, Kalimantan, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Madura, Lombok dan Makassar. Pertemuan dengan Pande Wayan Suteja Neka, seorang seniman dan pemilik museum kristal di Bali dan Sri Dharmapala Vajrapani MPU, mendorong dia untuk menyelidiki keris Bali dan mengembangkan potensi besalen banjar yang berbeda. Ia juga melatih beberapa pertandingan baru.

referensi : jual keris sepuh , ebay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *